:: Rakugo ::

Standar

Rakugo (落語?, kata yang jatuh) adalah seni bercerita tradisional Jepang yang mengisahkan cerita humor yang dibangun dari dialog dengan klimaks cerita yang tidak terduga. Cerita dikisahkan sedemikian rupa sehingga di akhir cerita ada klimaks berupa punch line (disebut ochi atau sage) yang membuat penonton tertawa. Rakugo adalah seni yang mulai dikenal sejak zaman Edo.

Seorang pencerita yang disebut rakugoka tampil mengenakan pakaian tradisional Jepang dan bercerita diiringi gerak-gerik dalam posisi duduk seiza. Dalam melakukan gerak-gerik, pencerita kadang-kadang dibantu alat bantu serba guna berupa kipas lipat (sensu) dan saputangan panjang (tenugui).

Sewaktu bercerita, pencerita membawakan ekspresi dari masing-masing karakter dengan menggunakan perbedaan suara, gaya berbicara, ekspresi wajah, dan gerak-gerik, sehingga penonton bisa langsung mengenali pergantian dari satu karakter ke karakter yang lain.

Rakugo merupakan seni bercerita yang sederhana dengan musik latar dan efek suara yang sangat dibatasi. Musik latar hanya digunakan pada rakugo yang dipentaskan di daerah tertentu atau memang bila benar-benar dibutuhkan pada saat karakter tertentu tampil.

Cerita yang menggiring penonton untuk tertawa di akhir cerita karena klimaks yang lucu disebut Otoshibanashi (cerita yang mempunyai ochi atau punch line). Ada juga jenis cerita dalam rakugo yang tidak mempunyai punch line di akhir cerita seperti Ninjōbanashi (cerita drama kehidupan) dan Shibaibanashi (cerita seperti sandiwara).

Pencerita (rakugoka) berpentas di gedung pentas (yose) dengan memungut bayaran dari penonton. Sebelum Perang Dunia II, rakugoka umumnya hanya bertahan hidup dari uang honor yang dihitung berdasarkan persentase pemasukan gedung dari penjualan karcis. Pada zaman sekarang, rakugoka banyak yang hidup senang karena terikat kontrak dengan perusahaan yang bergerak dalam bisnis promotor pertunjukan.

Berdasarkan daerah pementasannya, rakugo terdiri dari dua versi, yakni Edo rakugo (rakugo versi Edo) dan Kamigata rakugo (rakugo versi KyotoOsaka) yang bisa langsung dikenali dari perbedaan tata cara dan perlengkapan panggung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s