:: Furano Flower Fields ::

Standar

Lavender bidang di Farm Tomita

Lavender telah dibudidayakan di Hokkaido selama lebih dari setengah abad. Ketika kedatangan lebih rendah harga, lavender impor menyebabkan penurunan permintaan untuk lavender Hokkaido di tahun 1960-an dan 70-an, fungsi utama lavender lokal bergeser dari produk pertanian dengan objek wisata.

Saat ini, Furano Bidang lavender menarik sejumlah besar pengunjung ke wilayah tersebut setiap musim panas, ketika tanaman yang mekar penuh. Mayoritas lavender biasanya dimulai mekar pada akhir Juni dan mencapai puncaknya dari sekitar pertengahan Juli sampai awal Agustus. Kurang banyak, varietas kemudian berbunga lavender tetap mekar menjadi pertengahan bulan Agustus.

Banyak bunga membuat Furano tujuan yang menarik di luar musim lavender, juga. Musim utama untuk melihat bunga terjadi antara bulan Juni dan September, meskipun beberapa bunga juga mekar lebih awal dan kemudian dari itu. Bunga termasuk bunga perkosaan, poppies dan bunga lupin dari Juni, Juli dan lili dari bunga matahari, salvias dan kosmos dari bulan Agustus dan September.

Poppy lapangan di bulan Juni

Ada bidang bunga berbagai berbagai ukuran seluruh Furano . Tempat terbaik untuk melihat lavender adalah Farm Tomita, yang lavender dan bidang bunga dengan pegunungan Tokachi sebagai latar belakang spektakuler. Pertanian populer adalah bebas untuk masuk dan selain bidang bunga memiliki kafe dan toko-toko yang menjual berbagai macam produk terkait lavender. Pertanian alami mendapatkan agak sibuk selama musim puncak.

Pada tahun 2008, Farm Tomita membuka peternakan kedua, Timur Lavender kepada publik. Terletak sekitar empat kilometer timur dari Farm Tomita, Timur Lavender memiliki yang paling luas dari semua bidang lavender di Furano, meliputi 14 hektar. Selain dek toko, kafe dan observasi, peternakan menawarkan bayaran 15 menit naik pada “Bus Lavender” melalui ladang lavender.

Timur Lavender “Bus Lavender”

Lain populer untuk peternakan lavender dan lainnya bunga adalah Kamifurano Tanah Bunga. Lokasi bukit peternakan affords pemandangan indah pegunungan Tokachi dalam kombinasi dengan bidang bunga. Di antara atraksi yang naik melalui bidang di gerobak traktor menarik dan tangan pada pengalaman seperti pemotongan lavender dan bunga menekan.

Sebuah cara yang menarik untuk perjalanan antara Furano , Biei dan beberapa peternakan lavender sambil menikmati pemandangan, adalah Furano Biei-Norokko kereta. Kereta beroperasi setiap hari dari awal Juni hingga Agustus dan berhenti di Stasiun Lavender-Batake sementara dibangun, lima menit berjalan kaki dari Farm Tomita.

:: Festival di Jepang ::

Standar

Festival di Jepang merupakan acara tradisional yang berhubungan dengan perayaan tertentu. Beberapa festival mempunyai asal-usul dari festival yang juga awalnya ada di China tetapi telah mengalami perubahan dramatis dengan tradisi lokal.

Beberapa malahan benar-benar berbeda yang tidak memiliki kemiripan dengan festival “aslinya” walaupun memiliki nama dan waktu yang sama. Terdapat pula beberapa festival lokal (seperti Tobata Gion) yang bahkan tidak diketahui di luar prefektur lain.

Masyarakat Jepang pada umumnya tidak merayakan Tahun Baru China~karena telah tergantikan oleh Tahun Baru Barat pada akhir abad 19~, tetapi warga China yang bertempat tinggal di Jepang masih merayakannya. Di Yokohama, terdapat pecinan terbesar di Jepang, dimana turis dari segala penjuru di Jepang datang untuk menikmati perayaan tersebut. Hal ini juga mirip dengan festival lampion di pecinan Nagasaki.

Festival biasanya terdiri dari satu atau dua acara utama, dengan stan-stan makanan, pertunjukan, permainan untuk membuat pengunjung tetap betah dan terhibur.

Matsuri

Matsuri berarti festival atau hari raya. Di Jepang, festival biasanya disponsori oleh kuil ataupun diadakan bukan yang bersifat kepercayaan. Biasanya setiap daerah memiliki setidaknya satu matsuri di akhir musim panas atau awal musim gugur, kadang berhubungan dengan panen.

Kita dapat menemukan stan-stan di sekitar matsuri yang menjual souvenir atau makanan seperti takoyaki, atau yang menyediakan permainan seperti menangkap ikan koki. Selain itu ada juga kontes karaoke, pertandingan sumo, dan hiburan-hiburan lain yang tersedia.

Berikut ini beberapa festival yang terkenal di Jepang

Festival Nasional

  • Seijin Shiki (Senin kedua di bulan Januari)
    Coming of Age Day
  • Hinamatsuri (3 Maret)
    Festival boneka ini mempunyai nama lain seperti Sangatsu Sekku (Festival Bulan 3), Momo Sekku (Festival Persik), Joshi no Sekku (Festival Gadis). Dikenal sebagai Festival Persik karena persik bersemi di awal musim semi dan disimbolkan sebagai keberanian dan kecantikan feminin. Anak perempuan memakai kimono terbaik mereka dan mengunjungi rumah temannya. Di rumah-rumah di tempatkan panggung berisi hina ningyo (boneka hina, sederet boneka yang mewakili kaisar, permaisuri, pelayan, dan musisi yang memakai pakaian kuno) dan sekeluarga merayakan dengan makanan spesial Hishimochi dan Shirozake.
  • Hanami (akhir bulan Maret hingga awal April)
    Berbagai festival bunga diadakan oleh kuil Shinto selama bulan April. Darmawisata dan piknik dilakukan untuk menikmati bunga, terutama bunga Sakura. Di beberapa tempat, menikmati bunga diadakan berdasarkan hari-hari tertentu yang tetap. Even ini yang paling populer selama musim semi.
    selama bulan April
  • Tanabata (7 Juli)
    Disebut juga festival bintang. Aslinya berasal dari legenda China yang menceritakan dua bintang penenun (Vega) dan pengembala domba (Altair) dimana mereka berdua pasangan kekasih yang hanya dapat bertemu sekali dalam setahun pada malam ke-7 bulan ke-7 dimana tidak ada hujan dan banjir di Milky Way pada hari itu. Dinamakan Tanabata setelah gadis penenun dari legenda Jepang dipercayai dialah yang membuat baju untuk dewa-dewa. Warga Jepang biasanya menuliskan permohonan dan harapan asmara di selembar kertas berwarna dan menggantungkannya di ranting bambu bersamaan dengan ornamen-ornamen kecil.
  • Shichi-Go-San: festival untuk anak-anak berusia 3, 5, 7 tahun (15 November)
    Anak laki-laki berusia lima tahun atau tujuh tahun serta anak perempuan berusia tiga tahun dibawa ke kuil setempat untuk berdoa demi keselamatan dan hidup yang sehat. Festival ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa anak-anak pada usia tertentu bisa mendapat kesialan sehingga diperlukan perlindungan. Anak-anak biasanya mengenakan pakaian tradisional untuk acaranya dan setelah mengunjungi kuil banyak orang membeli chitose-ame (permen seribu tahun) yang dijual di kuil.
  • O-misoka (31 December)
    Masyarakat Jepang membersihkan rumah (Osoji) untuk menyambut tahun baru dan untuk menghilangkan pengaruh tidak baik. Banyak warga yang mengunjungi kuil Buddha untuk mendengarkan bel berbunyi sebanyak 108 kali ketika malam hari (joya no kane). Hal ini dilakukan untuk mengumumkan bahwa tahun lama telah dilewati dan tahun yang baru telah datang. Alasan kenapa dibunyikan 108 kali adalah karena penganut Buddha percaya manusia digoda 108 macam hasrat dan nafsu duniawi (bonno). Dengan tiap kali bunyi, satu hasrat dihilangkan. Menjadi adat juga bahwa memakan toshikoshi koba (mie melewati tahun) diharapkan bahwa seluruh keluarga mendapat keberuntungan layaknya sepanjang mie yang panjang.
  • Oshogatsu (1-3 Januari, walaupun perayaan juga dilakukan selama bulan Januari)
    Tahun Baru adalah even tahunan yang paling penting dan terperinci di Jepang. Sebelum Tahun Baru, rumah dibersihkan, hutang-hutang dibayarkan, dan osechi (makanan yang di baki untuk Tahun Baru) disiapkan ~atau dibeli. Osechi adalah makanan tradisional yang dipilih karena warna keberuntungan, bentuk, atau nama yang menarik dengan harapan untuk mendapatkan keberuntungan dalam berbagai segi kehidupan selama tahun yang baru. Rumah didekorasi dan hari libur dirayakan dengan berkumpulnya keluarga, mengunjungi kuil, dan menghubungi sanak famili dan sahabat. Hari pertama dari tahun (ganjitsu) biasanya
    dilewatkan bersama keluarga.
  • Setsubun
    Memasuki tiap musim (musim semi,musim panas,musim gugur,musim dingin)
  • Ennichi
    Pekan raya kuil (hari raya yang berkaitan dengan Kami dan/atau Buddha)

:: Tokyo Tower ::

Standar

Pemandangan Menara Tokyo dari Roppongi

Menara Tokyo (東京タワー Tokyo Tower?) adalah sebuah menara di Taman Shiba, Tokyo, Jepang. Tinggi keseluruhan 332,6 m dan merupakan bangunan menara baja tertinggi di dunia yang tegak sendiri di permukaan tanah.[1] Berdasarkan peraturan keselamatan penerbangan, menara ini dicat dengan warna oranye internasional dengan warna putih di beberapa tempat. Bangunan sekelilingnya lebih rendah, sehingga Menara Tokyo bisa dilihat dari berbagai lokasi di pusat kota.

Menara Tokyo terkenal sebagai simbol kota Tokyo dan objek wisata daripada fungsinya sebagai menara antena pemancar TV analog (UHF/VHF), TV lokal digital, dan radio FM. Selain itu, perusahaan KA East Japan Railway menggunakan menara ini untuk meletakkan antena radio sistem darurat kereta api, dan sejumlah instrumen pengukuran dipasang oleh Kantor Lingkungan Hidup Metropolitan Tokyo.

:: 4 Tempat Wisata Terpaporit di Jepang ::

Standar

1.Tokyo Disney Resort

Bila Anda suka berkunjung ke taman hiburan , Tokyo Disney Resort bisa menjadi jawaban yang tepat. Taman hiburan ini berada di prefektur Chiba dan telah mendapat lisensi dari The walt Disney Company.

2.Ueno Park

Jepang terkenal dengan bunga sakuranya yang sangat indah. Bila Anda ingin menikmati kecantikan bunga ini, datanglah ke Ueno Park pada saat musim semi yang terjadi sekitar bulan Maret hingga Mei.

Ueno Park memang tempat yang paling terkenal dan telah menjadi lokasi wisata Jepang yang paling diminati untuk melakukan hanami, yaitu piknik sambil menikmati mekarnya bunga sakura.

3.Fuji-Q Highland

Wisata Jepang yang satu ini berupa taman hiburan yang menyuguhkan wahana permainan paling mendebarkan, salah satunya adalah roller coaster yang sangat tinggi dengan lintasan yang panjang.

Ueno Park memang tempat yang paling terkenal dan telah menjadi lokasi wisata Jepang yang paling diminati untuk melakukan hanami, yaitu piknik sambil menikmati mekarnya bunga sakura.

4.Universal Studios Japan

Bagi Anda yang suka dengan duni film, jangan lewatkan wisata Jepang yang satu ini. Universal Studios Japan yang berada di Osaka ini menyuguhkan berbagai hiburan, mulai dari atraksi dari perfilman Hollywood , bioskop (2D, 3D, bahkan 4D), atau Anda bisa sekedar berjalan-jalan di tempat yang mirip sekali dengan lokasi suatu film.

4.Biei

Biei adalah kota kecil di Hokkaido dan sebenarnya bukanlah tempat wisata yang akan menyajikan berbagai hiburan seperti objek wisata Jepang lainnya. Namun kota kecil ini sangat terkenal dengan keindahan alamnya yang berupa bukit bunga

:: Gaya Berpacaran Orang Jepang ::

Standar

“Kimi ga daisuki ~~” kalau kita membaca manga atau menonton anime romance biasanya inilah yang sering terlintas di telinga kita. Namun pada kenyataannya apakah benar cara berpacaran remaja Jepang seperti yang terlukiskan di manga atau anime? Setelah diselidiki ternyata budaya berpacaran ala Jepang memiliki cara yang unik dibandingkan dengan negara negara lainnya ~~


Dalam berpacaran di Jepang terdapat suatu istilah yang disebut Kokuhaku (告白) atau dikenal dengan istilah “Confession” dalam bahasa Inggris. Suatu tindakan di mana sang Pemuda/gadis akan mengutarakan rasa suka mereka kepada pasangan lawan jenis yang mereka sukai. Biasanya untuk para lelaki, mereka akan mengajak gadis yang disukainya untuk berjalan jalan bersama teman temannya yang lain. Nah, dalam perjalanan pulang, di sinilah biasanya si Pemuda akan melakukan Kokuhaku tersebut kepada gadis yang disukainya.


Pasangan di Jepang juga tidak pernah mengatakan “cinta” melainkan “suka” ke pasangannya. Kata Aishiteru yang berarti “I Love you” tidak digunakan ketika kedua remaja masih dalam jenjang pacaran. Dalam masa ini mereka lebih suka mengatakan Daisuki yang artinya bisa disamakan dengan “I Like you” ketika mereka ingin mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap pasangan. Aishiteru hanya akan diungkapakan sang pemuda kepada gadis jika mereka sudah memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Alasan lain menggunakan kata Daisuki juga karena Remaja Jepang lebih suka menunjukkan rasa sayang mereka dengan perbuatan, perlakuan dan perhatian mereka terhadap pasangan mereka dibandingkan menggunakan kata kata. Oleh sebab itu mereka lebih memilih menggunakan kata Kimi ga daisuki atau Suki deshita dibandingkan Aishiteru, sebab orang Jepang cenderung mengartikan kata “ai” pada aishiteru dengan kata “sayang” bukan kata “cinta”.

Tradisi antar jemput juga bukanlah hal yang umum di kalangan remaja Jepang. Dikarenakan sebagian besar penduduk Jepang menggunakan kereta sebagai sarana transportasi mereka, ketika mereka berjanji untuk bertemu, biasanya mereka akan lebih sering untuk bertemu di stasiun. Mereka tidak akan menjemput ke rumah pasangan mereka. Begitu pula ketika mereka selesai berkencan, apabila rumah mereka tidak berada di daerah yang sama, sang pemuda tidak akan mengantarkan pasangannya pulang melainkan mereka akan berpisah di stasiun. Untuk lebih romantisnya lagi, biasanya ketika mereka sudah sampai di rumah masing – masing, sang pemuda akan menelepon kekasihnya untuk memastikan apakah mereka sudah sampai rumah dengan selamat.

Budaya lain yang unik di kalangan Jepang adalah tidak adanya istilah “mentraktir” dalam masa pacaran mereka. Walaupun diajak oleh sang pasangan ke sebuah tempat makan seperti Cafe atau restoran, namun bukan berarti mereka akan mentraktir pasangannya. Biasanya keduanya akan membayar jatah makanan mereka masing-masing. Kalaupun pada akhirnya bisa salah satu dari mereka mentraktir, maka lawan yang ditraktir harus membalas traktir pada kencan mereka berikutnya.

Satu budaya unik lainnya dalam hal berpacaran di kalangan remaja Jepang adalah mereka tidak akan mengenalkan pasangan ke orang tua mereka kecuali kedua kekasih serius memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

:: 10 Makanan Terunik dari Jepang ::

Standar

“There is no sincerer love more than the love to food.” -George Bernard Shaw-

Sebelum kalian baca dan lihat postingan gua yang satu ini, siapkan mental kalian untuk menahan rasa mualnya. Cekidot..🙂

1. Shirako

   Shirako yang tampilannya mirip dengan usus sapi ini merupakan makanan yang terbuat dari alat kelamin ikan jantan dan dari sebuah kantung yang berisikan sperma ikan jantan. Yup, kedengerannya bener bener makanan yang absurd untuk dicoba, tapi Shirako sendiri merupakan hidangan populer di pub pub yang ada di Jepang (Izakaya) dan juga sushi bar. Berani nyoba ? Enak lho (Katanya orang Jepang) hahaha.

2. Inago no Tsukudani

   “Inago no Tsukudani” adalah masakan tradisional Jepang yang populer di masyarakat pedesaan daerah Yamagata, Nagano, dan Gunma. Mungkin kemasannya sedikit berbeda dengan gorengan serangga yang ada di Indonesia.

  “Inago” yang berarti belalang di rebus dengan “tsukudani”, yaitu kecap manis dan ditambah bumbu-bumbu khusus ala Jepang.

3. Basashi

 

   “Sakuraniku” adalah sebuah nama untuk daging mentah kuda. “Sakura” yang berarti bunga sakura mekar dipadukan dengan “niku” yang berarti daging. Namun, jika dihidangkan dengan irisan tipis sashimi akan menjadi “basashi”. Makanan ini terkenal di daerah Kumamoto, Nagano dan Oita dan menjadi makanan yang umum juga di wilayah Tohoku.
 
   Selain dagingnya, ada juga makanan penutup berupa es krim yang terbuat dari daging kuda “es krim basashi”. 
   Buat pecinta dan penikmat es krim, es krim Basashi ini sepertinya layak di coba sebagai pencuci mulut ekstrim nan absurd😀.

4. Natto

 

   Natto yang ini bukan pasuak perang ya sob, Natto yang satu ini adalah makanan hasil fermentasi dari kedelai yang memiliki bau cukup menyengat dan sangat lengket seperti jaring laba laba, biasanya disajikan sebagai menu sarapan di Jepang.
 

5. Fugu

 

   “Fugu” adalah kata dalam bahasa Jepang untuk ikan buntal. Huruf Kanji yang digunakan untuk menulis Fugu secara harfiah memiliki arti babi sungai.  
 
   Daging fugu bisa dimakan, tetapi kulit, hati dan ovariumnya mengandung sejumlah racun mematikan tetrododoxin. Jika salah satu unsur ini dikonsumsi maka racunnya akan melumpuhkan otot-otot, sementara korban tetap sadar sepenuhnya dan akhirnya bisa meninggal karena sesak napas.
 
   Restoran di Jepang bisa menyajikan daging Fugu jika dilakukan oleh koki Fugu yang memenuhi syarat. Jadi, jangan pernah coba-coba untuk makan ikan ini kalo kita ga punya keahlian khusus.
 

6. Hachinoko

 

   Ketika bar lokal di Jepang kehabisan kacang untuk cemilan dan kita memerlukan asupan protein yang cukup untuk kembali beraktifitas, maka larva lebah “Hachinoko” yang renyah ini bisa jadi penggantinya.
 
   Larva lebah ini ternyata menjadi hidangan favorit almarhum Kaisar Hirohito dicampur dengan nasi yang dibumbui kecap dan gula. 
 

7. Zazamushi

 
   Makanan lain yang tersedia secara luas di Jepang baik dalam kemasan kalengan atau di restoran, adalah zazamushi (serangga yang hidup di air). Zazamushi sebenarnya bukan serangga, tapi sebuah nama yang diterapkan pada larva serangga yang hidup di dasar sungai. Serangga “Mushi” yang berada di tempat, di mana sungai membuat suara “zaazaa” ketika mengalir. 

8. Kujira & Iruca

 

   Bukti nyata bahwa di Jepang, ikan paus “kujira” masih dikonsumsi sebagai makanan dalam hidangan berupa sashimi. Bahkan lumba-lumba “iruca” yang lucu berakhir naas di dalam kemasan di supermarket. 

 

 
   Buat makanan yang satu ini gw ga menyarankan untuk di konsumsi sob, bukan apa apa soalnya paus termasuk hewan yang dilindungi dan sudah terancam populasinya.
 

9. Shiokara

   Shiokara adalah makanan hasil laut yang sudah difermentasi dengan rasa yang asin dan amis. 
 

10. Shirouo no Odorigui

 

   Shirouo adalah sebuah nama untuk ikan kecil yang transparan. Disebut Shirouo no Odogui, karena ikan-ikan ini dimakan secara hidup-hidup yang kemudian akan terasa seperti menari-nari dimulut kita “odorigui”.

:: Sakura ::

Standar
www.dianovaanwar.blogspot.com Bunga sakura adalah bunga nasional bangsa Jepang. Kata sakura berasal dari kata ‘saku‘ yang dalam bahasa Jepang berarti ‘mekar’ dan akhiran ‘ra’ yang menyatakan bentuk jamak. Dalam bahasa Inggris bunga sakura disebut cherry blossom.Bagi orrang Jepang,bunga sakura merupakan simbol penting yang kerap kali dihubungkan dengan perempuan,kehidupan bahkan kematian.
 
Yang membuat bunga sakura ini unik adalah,pada waktu mekarnya. Dimana masa mekarnya bunga ini hanya setahun sekali dalam waktu 1-2 minggu. Dimulai dari awal musim semi, yaitu sekitar awal bulan April hingga akhir April.Namun ada juga bunga sakura yang kuncupnya mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret atau awal April ketika cuaca lagi hangat.Hal ini bisa terlihat di Pulau Honshu pada jenis sakura Someiyoshino.Mekarnya bunga sakura tergantung pada jenis speciesnya,sebabjenis sakura bermacam-macam.Oleh karenanya warna bunga sakura pun beraneka warna, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna pink,kuning muda,hijau muda,merah muda bahkan merah menyala.Adapun buah dari pohon sakura disebut buah cherry atau bahasa jepangnya Sakuranbo.Buah cherry yang masih muda berwarna hijau muda,sedangkan buah cherry yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu.Buah cherry ini tidak dikonsumsi,karena bentuknya yang kecil dan rasanya pun tidak enak.
 
Jenis bunga sakura yang banyak terdapat di Jepang adalah sakura Someiyoshino. Bunga sakura ini bertahan lebih kurang 7-10 hari dihitung dari kuncup bunga terbuka sampai bunganya mulai rontok.Dan biasanya cepat rontoknya bunga sakura, disebabkan faktor cuaca seperti hujan lebat dan angin kencang.Kesempatan untuk berpiknik ria dibawah pohon sakura disebut O-hanami. Pada saat O-hanami,bunga sakura sudah bermekaran semua.
 
Manfaat Bunga Sakura
 
Ternyata daun,bunga sakura serta ranting pohon sakura di Jepang dapat dimanfaatkan,berikut ini manfaatnya:
  • Daun dan bunga sakura di rendam dalam air garam kemudian dapat digunakan sebagai pembungkus dan pengharum makanan karena wanginya yang harum.Daun yang telah direndam dengan bunga sakura tadi dijadikan pembungkus kue moci,yang terkenal dengna sebutan sakura moci.
  • Bunga sakura dapat dijadikan bahan pewangi es krim dan kue kering rasa bunga sakura
  • Bunga sakura dapat dibuat menjadi teh sakura,yang umum diminum pada moment istimewa,seperti acara pernikahan
  • Ranting dan kuncup bunga sakura dapat dijadikan sebagai bahan pewarna alami

:: Toilet Canggih di Jepang ::

Standar

Lagi-lagi Jepang membuat inovasi teknologi canggih nih agan unik, kali ini terobosan baru mengendalikan toilet menggunakan smartphone. Kebayang gak gan, kalau nyiram toiet pun bisa pakai handphone? Ini dia cerita selengkapnya seperti dikutip dari 108csr (16/12/2012)

Toilet di Jepang punya beragam teknologi unik, termasuk inovasi yang bisa dikontrol dengan telepon pintar.
(ilustrasi)
Februari mendatang, akan tersedia toilet Satis dari merek Inax yang dapat dikontrol dengan telepon melalui koneksi Bluetooth. Dengan applikasi MySatis yang dapat diunduh, pengguna dapat menaikkan dan menurunkan tutup toilet lewat nirkabel. 
Pengguna bahkan menyiram air toilet serta mengatur intensitas semprotan lewat ponsel. Seperti dikutip dari laman Rocket News 24, pengguna juga dapat mengecek konsumsi air dan listrik dari tiap siraman toilet. 
Mereka pun bisa membuat sendiri pengaturan program lewat aplikasi toilet yang ada di telepon. 
Ada juga aplikasi Toilet Diary yang memungkinkan pengguna untuk membuat catatan harian seputar buang air besar.
Inax pun menyediakan built-in speaker sehingga pengguna dapat memainkan musik dari teleponnya ketika berada di toilet.
Hanya saja, aplikasi toilet Inax baru bisa dijalankan di Android dengan harga 380 ribu yen atau senilai Rp 44 juta.

:: 4 Prinsip Moral Jepang ::

Standar
Kepribadian dan karakter moral rakyat Jepang dibentuk sedari mereka kecil. Prinsip moral yang mereka anut berasal dari kebudayaan samurai Jepang yang terdiri dari empat elemen moral, yaitu On, Gimu, Giri dan Ninjo. Menurut staf kebudayaan dari Japan Foundation Indonesia, Hashimoto Ayumi, saat dihubungi, keempat unsur ini tidak diajarkan di bangku sekolah. Namun, secara otomatis didapat dari orang tua maupun masyarakat sekitar.
1. On, berarti rasa hutang budi. Dengan prinsip ini, seseorang akan merasa berutang setiap kali orang lain berbuat baik padanya. “Jika seseorang berbuat baik kepada kita, maka kita merasa harus membalas kebaikannya tersebut,” kata Hashimoto.
2. Gimu, berarti kewajiban. Jika seseorang berhutang budi, maka kita akan berkewajiban untuk membayarnya.
3. Giri, adalah kebaikan. Dengan prinsip ini, seseorang akan membantu temannya atau keluarganya semampunya. “Jika kita mempunyai teman dekat dan dia butuh pertolongan, maka kita akan membantunya dengan cara apapun,” kata Hashimoto.
4. Ninjo, adalah rasa kasih sayang. Prinsip ini mengajarkan rasa empati terhadap sesama. Dengan prinsip ini, seseorang akan merasa semua manusia adalah satu dan sama, di bawah perbedaan yang telah diatur oleh karma.
Wartawan media Jepang Jiji Press, Masakatsu Ishii, mengatakan bahwa empat unsur ini adalah semacam kewajiban sosial yang harus dimiliki oleh setiap rakyat Jepang. Masakatsu menjelaskan bahwa sekolah dasar di Jepang tidak mengajarkan pelajaran agama, hanya pelajaran moral satu jam setiap minggunya. Kendati demikian, empat prinsip moral tersebut terbentuk di lingkungan sekitar seorang anak. “Konsep ini memang tidak diajarkan di sekolah, namun diterima dan dipraktekkan langsung dari lingkungan,” kata Masakatsu.